Kemenkeu optimistis berkolaborasi antara sektor keuangan dan pertanian supaya dapat mendukung peningkatan ketahanan pangan ASEAN.
Agenda peningkatan ketersediaan dan keterjangkauan pangan untuk memitigasi krisis dalam jangka pendek bisa diwujudkan dengan kolaborasi.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kini sudah merasa optimistis untuk berkolaborasi antara sektor keuangan dan pertanian supaya dapat mendukung peningkatan ketahanan pangan yang ada di kawasan ASEAN.
“Sektor keuangan menyediakan sumber daya, investasi, dan keahlian yang diperlukan untuk mendukung pembangunan pertanian. Sedangkan sektor pertanian memastikan produksi, distribusi, dan keterjangkauan makanan bergizi untuk semua,” kata Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Yogi Rahmayanti dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.
Yogi di sini pun juga melanjutkan bahwa memang agenda peningkatan ketersediaan dan keterjangkauan pangan untuk memitigasi krisis dalam jangka pendek bisa diwujudkan dengan melakukan kolaborasi. Bukan hanya itu, karena kolaborasi ini pun bisa juga menciptakan keberlanjutan dan produktivitas sistem pangan dalam jangan menengah hingga jangka panjang.
“Dengan memanfaatkan kekuatan kerja sama lintas sektoral keuangan dan pertanian, kami optimis dapat membuat kemajuan dalam menciptakan dunia di mana ketahanan pangan bukan hanya tujuan tetapi kenyataan,” ujar dia.
Hal tersebut tentu juga telah melandasi Kementerian Keuangan yang menyelenggarakan forum bersama jalur keuangan dan pertanian yang di dalamnya mendiskusikan agenda ketahanan pangan kawasan yang ada di Yogyakarta, Kamis (13/7/2023).
Di bawah Keketuaan tahun 2023, Indonesia di sini pun juga menginisiasi kerja sama antara sektor keuangan dan sektor pertanian sebagai bagian dari solusi dan upaya untuk bisa realisasi komitmen dunia untuk bisa mewujudkan dunia yang bebas dari kelaparan pada tahun 2030 (Sustainable Development Goals 2).
Bertajuk ASEAN Finance and Agriculture Join Forum on Food Security, diskusi dalam forum tersebut di dalamnya juga mencakup dua bagian.
Bagian pertama Understanding ASEAN Cooperation and the ASEAN Member States Policies on Food Security yang membahas secara mendalam terkait dengan proses kerja sama dan progres pembahasan isu ketahanan pangan serta pengembangannya di bawah sektor pertanian yang ada di kawasan.
Bagian kedua menyoroti potensi kontribusi sektor keuangan pada isu ketahanan pangan di ASEAN. Sesi kedua membahas proposal yang diajukan oleh Indonesia tentang kontribusi sektor keuangan terhadap agenda ketahanan pangan yang ada di ASEAN, termasuk pengaturan kelembagaan, kerja sama dengan mitra pembangunan dan rencana kerja.
Sesi tersebut juga telah diikuti oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), Bank Dunia, dan Food and Agriculture Organization.