Sejarah Esports: Dari Turnamen Perdana Hingga Diakui Sebagai Cabang Olahraga Resmi
Esports atau olahraga elektronik mengalami perkembangan pesat sejak pertama kali muncul pada era 1970-an. Bermula dari turnamen sederhana, seperti Space Invaders Championship yang diselenggarakan oleh Atari pada 1980, kompetisi ini terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan popularitas permainan video.
Masuknya internet di awal 1990-an mengubah wajah esports secara signifikan. Game seperti Quake dan Warcraft III mulai dipertandingkan dalam berbagai turnamen. Pada 1996, tim esports pertama, Clan 9, terbentuk. Namun, kemajuan terbesar terjadi di Korea Selatan yang menjadi pelopor dalam menyiarkan kompetisi gaming melalui televisi.
Pada awal 2000-an, kemunculan game populer seperti Counter-Strike dan DotA mempercepat perkembangan esports. Pertandingan mulai digelar secara profesional dan mendapat pengakuan yang lebih luas. Salah satu tonggak penting terjadi pada 2011 ketika Dota 2 menggelar turnamen The International, yang kini dikenal sebagai salah satu ajang terbesar dan paling prestisius dalam dunia esports.
Memasuki dekade 2010-an, esports mencapai puncak kejayaannya. Platform streaming seperti Twitch memungkinkan penggemar dari seluruh dunia untuk menyaksikan pertandingan secara langsung dengan mudah. Hal ini membuka peluang bagi sponsor dan media untuk terlibat, mendukung pertumbuhan industri esports yang semakin menggiurkan.
Pengakuan esports sebagai bagian dari olahraga internasional mulai terjadi pada 2018. Saat itu, esports dipertandingkan sebagai cabang ekshibisi di Asian Games. Setahun kemudian, pada 2019, SEA Games menetapkan esports sebagai cabang olahraga resmi dengan medali. Ini menjadi tonggak sejarah penting yang menandai pengakuan global terhadap esports.
Kini, esports telah berkembang menjadi industri yang bernilai miliaran dolar. Turnamen berskala besar dengan hadiah fantastis terus digelar, membuktikan bahwa esports bukan hanya sekadar hobi atau hiburan, tetapi bagian integral dari dunia olahraga modern.