Palu, 21 November 2024 – Dalam sebuah operasi gabungan yang melibatkan Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai, Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara), Kanwil Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim), Bea Cukai Pantoloan, PSO Bea Cukai Pantoloan, Bea Cukai Nunukan, dan Badan Narkotika Nasional (BNN), berhasil diungkap penyelundupan narkotika golongan I jenis metamfetamina (sabu-sabu) asal Tawau, Malaysia, yang ditujukan ke Kota Palu, Sulawesi Tengah. Operasi yang berlangsung pada Senin, 18 November 2024 ini berhasil mengamankan barang bukti berupa 19.846,43 gram sabu-sabu serta menangkap tiga orang terduga pelaku berinisial H, N, dan I.
Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Sulbagtara, Sri Lestari Pujiastuti, menjelaskan bahwa pada Minggu, 17 November 2024, sekitar pukul 22.00 WITA, pihaknya mendeteksi pergerakan mencurigakan dari sebuah kapal di sekitar Teluk Palu. Menindaklanjuti informasi tersebut, dua unit kapal patroli Bea Cukai segera diterjunkan untuk melakukan pengejaran terhadap kapal yang dicurigai. Setelah berhasil mendesak kapal tersebut hingga kandas di bibir pantai, para pelaku mencoba melarikan diri ke area hutan di sekitar Teluk Palu.
Setelah dilakukan pemeriksaan intensif terhadap kapal yang ditinggalkan serta pencarian di area sekitar hutan, pada pukul 05.00 WITA, tim gabungan akhirnya berhasil menangkap dua terduga pelaku, H dan N, yang ditemukan membawa jeriken berisi narkotika jenis sabu-sabu dengan berat mencapai 19.846,43 gram. Selain kedua pelaku, tim juga berhasil mengamankan seorang terduga penerima barang berinisial I di lokasi yang sama. Saat ini, pihak berwenang masih melakukan pengejaran terhadap seorang terduga penerima barang lainnya yang diketahui berinisial A.
Seluruh barang bukti yang berhasil disita, termasuk sarana pengangkut, sejumlah alat komunikasi, serta ketiga pelaku, telah diserahkan oleh Bea Cukai kepada pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk proses hukum lebih lanjut. Dalam kasus ini, para pelaku diduga kuat telah melanggar Pasal 115 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang mengatur sanksi bagi pihak yang terlibat dalam penyelundupan dan peredaran narkotika.
Sri Lestari Pujiastuti menegaskan bahwa sinergi antara Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional merupakan langkah nyata untuk memperkuat penegakan hukum, guna menciptakan Indonesia yang bebas dari ancaman narkotika. “Kami berharap kolaborasi yang sudah terjalin dengan sangat baik ini dapat terus ditingkatkan untuk melindungi masyarakat Indonesia dari bahaya penyelundupan dan peredaran barang-barang ilegal. Sebagai penjaga masyarakat, kami berkomitmen penuh untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab ini demi menjaga masa depan bangsa yang lebih baik,” tutup Sri dengan penuh optimisme.