Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya menjadikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama dalam ekspor nasional. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional. Menteri Perdagangan menegaskan pentingnya mendorong pertumbuhan UMKM melalui berbagai kebijakan yang mempermudah akses pasar ekspor.
Melalui program UMKM BISA (Berani Inovasi, Siap Adaptasi), Kemendag menyediakan dukungan komprehensif bagi para pelaku UMKM. Program ini meliputi pelatihan teknis, pendampingan usaha, serta sosialisasi mengenai prosedur ekspor yang efektif. Pelaku usaha dibekali dengan keterampilan dalam hal pengemasan produk, pengurusan sertifikasi internasional, dan strategi pemasaran digital.
Selain itu, program ini mendorong inovasi produk agar sesuai dengan standar dan selera pasar global. Dengan memahami tren pasar, UMKM dapat lebih mudah beradaptasi dan memenuhi permintaan dari berbagai negara. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan membuka peluang ekspor lebih luas.
Dalam dialog ekosistem UMKM yang diadakan Kemendag, Menteri Perdagangan menyampaikan bahwa percepatan ekspor UMKM sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, hambatan seperti birokrasi yang rumit, keterbatasan informasi pasar, dan kendala logistik harus segera diatasi agar UMKM dapat berkembang secara optimal.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Kemendag menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dinas perdagangan daerah, atase perdagangan di berbagai negara, dan lembaga pendukung ekspor. Kolaborasi ini diharapkan mampu membantu pelaku UMKM dalam hal sertifikasi produk, pengurusan izin ekspor, dan pengiriman logistik ke luar negeri.
Selain itu, Kemendag memfasilitasi partisipasi UMKM dalam berbagai pameran dagang internasional serta memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk secara global. Platform e-commerce dan media sosial menjadi sarana penting dalam memperkenalkan produk lokal ke pasar internasional dengan lebih efisien dan hemat biaya.
UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia. Data menunjukkan bahwa lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) nasional disumbang oleh sektor UMKM. Dengan kualitas produk yang terus meningkat dan akses pasar yang diperluas, UMKM berpotensi menjadi penyumbang devisa negara yang signifikan melalui ekspor.
Kemendag optimistis bahwa dengan dukungan yang tepat, semakin banyak UMKM yang dapat menjadi eksportir sukses. Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan mendorong pemerataan ekonomi di berbagai daerah.
Peningkatan kontribusi ekspor dari sektor UMKM juga akan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global. Pemerintah berharap strategi ini dapat menciptakan lingkungan usaha yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.